03
Mar
09

Titipan surat dari sahabat

Malam² pas dah mau memejamkan mata, tiba² sahabatku dari kecil dateng. Sambil berderai air mata, dia menyerahkan selembar kertas untuk minta disampaikan ke belahan hatinya. Lalu tiba² kemudian pamit pergi. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi (atau mmg aku yang lagi nglindur ya???)

Ini dia titipan surat dari temenku, jeng Sri, rasanya berdosa bgt lek gk tak sampaikan ke kangmas nya. Karena aku tidak tau harus menghubinya melalui apa, terpaksa aku tulis di blog ku ini. Maaf ya Jeng, aku terpaksa. No handphone kangmasmu selalu gak bisa kuhubungi (kalaupun bisa di hubungi tentu kamu tidak akan nitip surat ini ke aku ya???).

Malam, sunyi, sepi, sendiri. Ditengah kegalauan hati, ditengah ketidakpastian yang tiada bertepi. Sedih, gelisah, bimbang, ragu, bingung, semuanya bercampur menjadi satu. Seakan rindu sesuatu yang bisa mengobati keterpurukan hati yang tiada berujung ini. Dimana gerangan dirimu, disaat aku membutuhkanmu, tempatku untuk berkeluh kesah, tempatku untuk melepaskan semua beban yang menghimpit kepalaku…. (untuk disaat² terakhirku disini).

Atau memang kamu sekarang sudah tidak peduli lagi padaku??? Betapa jahatnya dirimu jika kamu memang seperti yang aku pikirkan. Tapi aku yakin sebenarnya kamu tidak seperti itu. Hmmmmm, (sambil tarik nafas panjang) hanya kamu sendiri yang tau jawabnya aku kira. Saat ini yang kuinginkan hanya kepastian yang bisa meyakinkan diriku. Sesuatu yang bisa menenangkanku sehingga aku bisa tersenyum dan bersemangat kembali. Jika memang hal itu tiada lagi, kenapa dulu kau berikan aku sebuah harapan yang akhirnya membuat aku punya mimpi?

Seandainya kamu membaca uangkapan isi hati ku ini, aku harap kamu segera temui aku. Kita selesaikan masalah ini dengan dewasa dan dengan pikiran terbuka (jujur, aku sudah lelah menunggu….) Jika boleh seandainya kuputar waktu, inginku tidak bertemu denganmu. Kenapa harus ada pertemuan jika nantinya toh cuma sebuah perpisahan? Sekarang yang ada hanya tinggal penyesalan.

Gresik, 2 Maret 2009, 23.15 WIB

Wah, temenku ini lagi bersedih kayaknya. Nih, udah tak tampilin di blog ku ya Jeng. Moga kangmasnya mbaca. Kalo dia orang berakal dan punya maksud baik sama Jeng, pasti dia akan terketuk hatinya dan segera menghubungi Jeng. Sabar ae ky lagune Menunggu nya Peterpan. Orang sabar tuh subur. Eh ini barusan di kritik sama mbak Rini, kalo lagu Menunggu tuh yang lagi trend sekarang bukan Peterpan tapi Menunggunya Ridho Roma. Quikikikikik🙂 Aku doain semoga kalian berdua dapet jalan yang terbaik yauw….


4 Responses to “Titipan surat dari sahabat”


  1. March 4, 2009 at 11:49 am

    lho… endi ki mas’e?
    mosok membiarkan jeng sri sendiri tanpa kabar berita yang pasti…*jiahhh…*

    titip salam aja buat jeng sri,
    tenang jeng,
    kalo kangmas mu itu memang jodomu, gak akan kemana2 kok…
    pasti ketemu juga…

  2. March 4, 2009 at 2:34 pm

    Benul tuh kata Yoan!! Sabar ya jeng Sri…
    Aku gk ikutan comment ah…, aku turut bersedih ajah…

  3. 3 rahM
    March 10, 2009 at 4:00 pm

    whua..ha..
    ridho rhoma…
    sumpah kon yu….fans berat y…
    wha..ha..

  4. March 12, 2009 at 11:49 am

    Iya, selain ngefans sm anaknya, ngefans berat juga ma bokapnya.
    Puas?? Puas?? Puas??:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: